'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

BERDIRINYA 'AISYIYAH BALIKPAPAN
Home » 'AISYIYAH BALIKPAPAN

Ide pembaharuan Islam yang dipancarkan oleh KH Ahmad Dahlan telah menyebar keseluruh pelosok tanah air. Di Kota Balikpapan ide pembaharuan Islam itupun tumbuh dan berkembang atas amal perjuangan dan kerja keras seorang pedagang asal Alabio – Kalimantan Selatan yang bernama Abu Samah.  Bersama-sama dengan komunitasnya Abu Samah mendirikan Ranting Muhammadiyah Balikpapan – Cabang Muhammadiyah Kalimantan Timur, Selatan dan Tenggara sekitar tahun 1934 dan sekaligus mendirikan ” De Moehammadiyah School ” (Sekolah Dasar Muhammadiyah) yang letaknya di Kampoeng Klandasan (sekarang di Jalan ARS Muhammad, samping Gedung Bioskop Gelora, lahan sampai saat ini dikuasai penduduk). Guru yang mengajar di sekolah tersebut  H. Syaifuddin  juga berasal dari Alabio – Kalimantan Selatan bersama  H. Dahlan berasal dari Yogyakarta.

Pada kurun ini tidak banyak yang kita ketahui tentang perkembangan Muhammadiyah di Kota Balikpapan karena tidak tercatatnya dengan baik serta banyaknya para sesepuh Muhammadiyah yang telah meninggal dunia.

’AISYIYAH ada di Kota Balikpapan

Pada awalnya ’Aisyiyah Kota Balikpapan bergabung dengan kabupataen Pasir walaupun  faktanya pusat pengembangan ’Aisyiyah ada di Kota Balikpapan.

 Para ketua PDA yang memimpin PDA Balikpapan Pasir selama kurun waktu tahun 1970 – 1992 semuanya berasal dari Kota Balikpapan, para inisiator inilah yang bergerak mengembangkan ’Aisyiyah hingga ke Pasir.

 PDA tahun 1970 -1975 PDA  Balikpapan Pasir dipimpin oleh ibu Rusmiati Almir.

Selanjutnya pada Musyawarah Daerah  ke-2 tahun 1975 terpilihlah Hj. Fatimah sebagai ketua PDA Balikpapan Pasir dan  5 tahun kemudian ( 1980 ) beliau terpilih lagi sebagai ketua PDA Balikpapan Pasir.

Selanjutnya pada tahun 1990 diadakan Musyawarah Daerah ’Aisyiyah ke-4 kota Balikpapan terpilihlah ibu Khairun Nisa sebagai ketua PDA Balikpapan Pasir.

Lima tahun kemudian yaitu tahun 1990 di Musyawarah Daerah ’Aisyiyah ke-5  terpilihlah ibu HJ. Rohana sebagai ketua PDA Balikpapan Pasir . Pada tahun 1992, dimasa kepemimpinan ibu Rohana inilah PDA Balikpapan Pasir dipecah menjadi PDA Balikpapan dan PDA Pasir .

Selanjutnya di Musyawarah Daerah Berikutnya  yang ke- 6 ( 1995 ) dan ke – 7 ( 2000 ) PDA Balikpapan dipimpin oleh ibu Hj. Salasiah

Pada tahun 2005 ( Musda ke – 8 ) dan tahun 2010 ( Musda ke – 9 ) PDA Balikpapan dipimpin ibu Hj. Amoriah. dan pada saat ini tahun 2015 ( Musda ke - 10 ) PDA Balikpapan dipimpin oleh ibu Hj. Nur Asmadhani.

Semenjak terpisahnya PDA Balikpapan dari Pasir , PDA Balikpapan telah membentuk 1 cabang yaitu cabang Balikpapan Selatan pada tahun 2005  yang merupakan pengembangan cabang Balikpapan Tmur yang merupakan dampak dari pemecahan kecamatan Balikpapan Timur menjadi Kecamatan Balikpapan Timur dan Selatan.

Adapun cabang cabang yang terbentuk pada saat PDA Balikpapn masih bergabung dengan Pasir adalah Cabang Balikpapan Tengah pada tahun 1975 dan Cabang Balikpapan Timur, Barat dan Utara. Saat ini PDA Balikpapan telah memiliki 6 PCA di 6(enam) Kecamatan.

Shared Post: